Kenapa Motor Jaman Sekarang Suspensinya Jelek Semua


Saya sudah banyak membeli motor baru namun semua suspensinya Jelek semua…
anda tau kenapa? ni jawabanya… betapa bodohnya pabrikan sekarang…

Keputusan pabrikan untuk mengorbankan kenyamanan kecepatan rendah demi kestabilan kecepatan tinggi adalah kesalahan besar
Mungkin bro pernah membaca atau melihat review sepeda motor dimana penyajinya memaafkan kerasnya suspensi dengan mengatakan bahwa itu untuk membantu pengendalian di kecepatan tinggi. Terus terang saya tidak setuju. Berikut adalah beberapa alasan mengapa itu salah.

Tidak banyak orang yang butuh mengendarai secara zigzag dengan mendekati limit kemampuan handling pada kecepatan tinggi. Kebanyakan orang hanya membutuhkan kecepatan rendah. Ada orang yang 99% waktu berkendara dihabiskan untuk berkendara di kecepatan rendah saja. Bahkan untuk yang sesekali butuh kecepatan tinggi, mereka cuma butuh kestabilan di jalur lurus saja, dan itu tidak selalu berarti butuh suspensi yang keras. Untuk perjalanan dalam kota kita tidak butuh suspensi keras.
Jarang sekali jalan yang membutuhkan handling zig zag di kecepatan tinggi. Jalan dibuat tidak untuk mencelakakan pengendara, jalan dibuat agar bisa dilalui dengan aman. Jalan yang seringkali dilalui mayoritas pengendara adalah jalan lurus. Bila jalurnya kelok kelok maka seringkali tetap tidak butuh limit handling yang tinggi. Bila tikungan tajam, bisa dipastikan tidak akan bisa dilalui dengan kecepatan tinggi. Bila tikungan lebar tetap tidak butuh suspensi yang keras karena yang dibutuhkan adalah pengendalian yang mulus.

Di kecepatan tinggi luar kota yang lebih dibutuhkan adalah suspensi yang empuk. Jalanan seringkali tidak mulus. Selain suspensi empuk bisa menjaga stamina lebih baik, suspensi keras justru akan lebih berbahaya kalau terpaksa menghajar lubang. Untuk berkelak kelok menghindari kendaraan lain pun tidak terlalu butuh suspensi keras, navigasi tetap bisa dilakukan walau pakai motor dengan suspensi empuk. Untuk perjalanan luar kota, suspensi keras membuat berkendara menjadi lebih berbahaya / resiko nyawa.

Tenaga / kecepatan motor juga seringkali tidak akan bisa mencapai kecepatan dimana suspensi empuk bisa jadi masalah, kecepatan dimana suspensi keras bisa unggul. Cukup aneh bila sepeda motor yang mesinnya lemah diberi suspensi untuk ngejar handling di kecepatan yang tidak akan mungkin bisa dicapainya. Masa ya motor bebek atau motor matik dengan cc kecil diberi suspensi motogp?

Mungkin ada yang argumentasi bahwa suspensi keras cocok untuk racing. Tapi pada kenyataannya untuk keperluan racing, seringkali pengguna mengganti suspensi dengan suspensi khusus racing. Walau aslinya sudah keras, tetap saja diganti. Jadi di track pun suspensi keras tidak bermanfaat karena tidak terpakai. Untuk di track, suspensi keras tidak berguna karena toh pasti akan diganti.

Lagipula sudah terbukti bahwa suspensi keras tidak bikin motor lebih kompetitif di situasi yang sebenarnya. Memang mau dipakai kompetisi dimana sih? Dalam kondisi standar balapan yang sering terjadi adalah di jalan. Dan kalau di jalan (atau di track sekalipun) tenaga, berat motor, aerodinamika dan skill pengemudi yang menjadi faktor kemenangan. Suspensi baru jadi faktor kuat bila faktor lain sudah seimbang. Kalau sudah dalam situasi kompetitif seperti itu, suspensi asli dijamin akan diganti. Percuma sepeda motor dikasih suspensi motorgp kalau performanya lelet.

Jadi kalau pihak pabrikan memaksakan untuk memasang pegas dan shockbreaker yang bikin pinggang copot, tidak jelas itu untuk siapa, yang jelas bukan untuk pengguna motor secara umum!

Mungkin kerasnya suspensi menjadi salah satu faktor kuat mengapa motor seperti Yamaha atau Bajaj menjadi tidak begitu laku. Mereka terlalu fokus pada performa racing, sehingga mengorbankan kenyamanan. Untuk Yamaha suspensi keras yang jadi masalah utama. Untuk Bajaj mungkin suspensi tidak terlalu keras tapi terlalu memikirkan peningkatan tenaga dan tidak memikirkan getaran yang dihasilkan. Orang kebanyakan lebih butuh motor yang bersahabat, bukan motor yang menguras stamina.

Kenyamanan seharusnya menjadi perhatian. Karena kalau mengabaikan faktor kenyamanan, maka terpaksa feature lain yang harus ditingkatkan. Kalau feature tidak terlalu menonjol, maka terpaksa harga di diskon besar – besaran yang akhirnya mengurangi keuntungan. Tapi kadang tidak membantu juga. Buktinya seperti yang terjadi pada Bajaj, berita jebloknya pemasaran sampai terdengar ke sini. Sepertinya Yamaha juga mengikuti tren yang sama, banting harga untuk motor Mio M3 nya, tapi toh banyak review yang bilang suspensi yang belum se empuk yang lain. Tinggal dilihat akhirnya bagaimana. Repotnya untuk soal begini konsumen jarang memberikan suara. Kalau suspensi terlalu keras, tinggal pilih merek lain tanpa bilang apa alasannya.

Bukti jelas kesalahan strategi suspensi keras bisa dilihat dari beberapa contoh berikut:
Kecewa dengan Produk Yamaha Soul GT

. Sesuai dengan tagline Yamaha, keren, lincah, irit. Tetapi menurut pengalaman saya itu semua tidak terbukti. Ternyata hanya sekedar bodynya saja yang keren.

Shock depan dan shock belakangnya keras banget. Apalagi saat melewati jalan yang tidak rata. Kalau shock yang keras, diciptakan untuk mendapatkan handling yang mantap (bagaimana bisa dapat handling yang mantap kalau tangan kesemutan dan pinggang sakit karena shock yang keras?).

Sekalian saya keluhkan lagi tentang shock depan yg keras (shock belakang sudah mendingan karena saya ganti dengan shock belakang Honda vario Techno 125 original) juga lost power saat mesin panas,atau saat dipakai berkendara jarak jauh (lebih dari 50KM).

Akhirnya saya tumpahkan kekecewaan saya ke call center Yamaha pusat pada tangggal 22 Mei 2013,saya sudah pusing dengan semua masalah yang timbul di motor ini, saya tumpahkan semua masalah yang timbul,dari shock yang keras, power yang hilang saat motor jalan 50km keatas, tarikan berat saat dipakai berboncengan. Dan yang paling mengganggu getaran yang keras pada seluruh boddy motor saat start awal (jadi tambah parah setelah diganti satu set cvt bagian belakang).

Saking jengkelnya saya minta Yamaha membeli saja motor saya ini dengan harga motor bekas.Daripada terus kecewa,karena motor yang dibeli dengan harga yang tidak murah,dari hasil kerja keras saya selama ini ternyata seperti itu. Tanggapan yang cepat datang dari Yamaha, pagi saya telepon Yamaha Jakarta, malamnya saya sudah ditelepon oleh Yamaha call center Surabaya.Tetapi alangkah terkejutnya saya. Bukan respon baik yang disampaikan tetapi terkesan Yamaha cuci tangan dengan problem yang menimpa motor saya ini. Mereka bilang tidak bisa mengabulkan klaim garansi saya, karena motor saya sudah dimodifikasi shock belakanya.

Shockbraker Mio J terlalu keras?. Tips berikut bisa dicontoh…

Saya cuma mau share tentang pengalaman ganti shock belakang ori Mio J dengan Shock belakang Beat Fi Ori.

Ternyata jadi lebih soft mas Iwan suspensinya Mio J saya. Yang tadinya saya gak nyaman dibuat oleh suspensi mio J, sempet kecewa tapi otak berpikir bagaimana caranya agar bisa lebih empuk tapi pake shock ori buatan pabrik. Ternyata shock belakang menurut saya punya pengaruh terhadap akselerasi mio J, lebih responsif juga…

Di kedua contoh penulisnya menyebut bahwa suspensi asli diganti dengan punya kompetitor. Di contoh terakhir tidak cuma lebih empuk tapi performa juga meningkat. Suspensi keras itu jelas masalah yang besar.

Namun harus diperhatikan juga bahwa mengganti suspensi tersebut bisa menggugurkan garansi. Mungkin salah juga kenapa kok justru pakai punya kompetitor utama, harusnya pakai punya Suzuki saja yang empuk juga.

Atau lebih baik lagi, bila mau motor yang nyaman, jangan beli motor yang suspensinya keras. Jangan Yamaha, karena karakter Yamaha mulai dari dulu sudah tipe suspensi keras. Pilih Honda atau Suzuki. Kalau secara pribadi untuk kenyamanan lebih pilih Suzuki, tidak hanya dari suspensi, tapi dari handling, posisi setir sampai yang sepele seperti arah kaca di spedo dibuat nyaman dilihat kalau siang hari. Kalau di Honda kadang spedo silau.

Di kenyataan, selalu ada orang yang menghindari merek Yamaha karena mereka pilih motor yang nyaman. Heran juga mengapa sampai sekarang pihak pabrikan Yamaha tidak menghiraukan konsumen seperti mereka padahal kalau kalau ditanya kebanyakan pemakai Honda bilang beli karena lebih nyaman. Pengguna Yamaha kebanyakan bilang ngejar performa atau model. Kalau performa dan model sudah setara, bisa dipastikan konsumen tidak pilih motor Yamaha lagi. Kalau sudah begitu cuma teknik banting harga yang bisa dilakukan, entah manjur atau tidak.

Untuk pabrikan Yamaha, memang apa susahnya sih bikin suspensi lebih empuk? Hanya karena lebih mahal kah?

Sumber : kupasmotor

Berikut posting Kenapa Motor Jaman Sekarang Suspensinya Jelek Semua, saya mengaku kecewa dengan hal ini… kita liat saja nanti… apakah ada orang bodoh yang mau beli motor baru lagi? mengorbankan tulang anda sendiri demi ketololan gagayaan…

di tambah ban tubles… hadeh ancur tuh daleman ente.. liat aja efeknya setahun kemudian ke badan ente

Suspensi yang baik akan menjaga keamanan tulang punggung pengendara

35 Comments

  1. prasetyo3993ppl@ymail.com Oktober 2, 2015
  2. Arif Axl Januari 10, 2016
    • Galihrezah Januari 10, 2016
  3. Asco Part Januari 19, 2016
  4. nsjenar Februari 3, 2016
    • Galihrezah™ Februari 3, 2016
  5. Untung Wdd Februari 11, 2016
  6. Untung Wdd Februari 11, 2016
    • Galihrezah™ Februari 12, 2016
    • Belum Ada ! Februari 27, 2016
    • Belum Ada ! Februari 27, 2016
  7. Unknown Februari 12, 2016
    • Galihrezah™ Februari 12, 2016
  8. WINARDI Februari 20, 2016
    • Galihrezah™ Maret 3, 2016
  9. Unknown Maret 2, 2016
  10. Eko Haris Prayogi Maret 12, 2016
    • hendri hahn Maret 14, 2016
  11. Asco_part Jatim Maret 17, 2016
  12. fajar Prayudi Maret 26, 2016
    • Galihrezah Maret 28, 2016
  13. Achmatjoyo wahyudi Maret 28, 2016
  14. Achmatjoyo wahyudi Maret 28, 2016
    • Galihrezah Maret 28, 2016
  15. mai mun Juli 13, 2016
    • Galihrezah Juli 13, 2016
  16. Arifin Bali Juli 13, 2016
    • Galihrezah Juli 14, 2016
  17. adit Desember 27, 2016
    • Galihrezah Februari 15, 2017